Thursday, August 5, 2010

Selamat Jalan Anakku


Selamat Jalan Anakku

Winola anakku
Apa kabarmu sekarang nak..
Papa sangat rindu sayang
Papa berdoa agar dirimu datang dalam mimpi papa

Winola sayang.
Papa selalu teringat semua kecerianmu.
Papa tidak punya mimpi buruk
Secepat itu kau meninggalkan kami

Winolaku
Sampai hayat papa, dirimu ada di hatiku
Engkau adalah malaikat kecilku.

Winolaku
Papa sangat menyesal
Tidak menjagamu sepenuhnya
Tidak memaksamu untuk banyak makan
Tidak memaksamu untuk banyak minum
Ketika engkau sakit, hanya sebentar saja
Papa tidak percaya, papa bingung, papa kalut
Papa tidak berdaya. Akhirnya engkau meninggalkan kami


Winolaku, yang baik hati
Selamat jalan sayang,
Hanya doa yang bisa papa panjatkan setiap harinya
Agar roh dan jiwamu di terima Bapa di surga
Kelak kita bisa jumpa di sana.

Papa ingin memelukmu erat
Papa ingin mengendongmu
Papa ingin menimangmu

Tuhan Maha Pengasih
Tunjukkan belas kasihanmu kepada Putriku
Terima dia di Sisi kananMu

Tuhan Maha baik.
Turunkan roh penghibur di hati kami
Agar duka ini bisa terhibur
Agar kesedihan ini tidak berlarut

Tuhan ku di surga
Pandanglah hambamu yang hina ini
Ajar kami untuk bijaksana
Dalam mendidik anak yang Engkau titip kepada kami
Ajar kami untuk lebih menyanyangi mereka



Winola demam Sabtu sore tanggal 12 Jun 2010
Dibawa ke Dokter Margaret SpA Minggu 13 Jun 2010
Masuk Rumah Sakit Vita Insani Senin 14 Jun 2010
Dengan diagnosa Suspect DBD
Rekam Medis Hari I Trombosit 228.000 Leokisit 4500
Hari ke 2 Trombosit 180.000
Hari ke 3 Trombosit 160.000
Hari ke 4 trombosi 60.000 dan 70.000

Hari ke empat, kejang kejang di pagi hari, di kasih obat penenang stesolid
Tidur panjang tidak bangun bangun sampai sore hari, Dan kembali kejang lebih dari 15 menit di bawa ke ruang ICU dan akhirnya meninggal dunia.

Saya sangat kecewa dengan pelayanan Rumah Sakit Vita Insani Di Siantar, Setiap keluhan kita tidak di tanggapi, sebagai orang awam saat winola di rawat, winola gelisah dan setiap di kasih suntikan winola semakin lemah, saat kita tanya Dr Margareth Gultom SPA tersinggung, dan menjawab “jika kita percaya setetes air pun bisa menjadi obat”.
Semoga Tuhan memberikan pertolongan agar Dokter Margareth lebih care dengan pasiennya.

Semasa hidupnya Winola tidak pernah kejang, Saat kita bawa ke rumah sakit, winola masih segar, karena hari I dan dan hari II keadaannya semakin drop, saat kita minta di rujuk ke RS Medan, Dokter Margaeretnya juga keberatan sepertinya dia mampu tetapi kenyataannya saat anak ku step ketika Dokternya di panggil beliau tidak cepat merespon, Dan saat sekaratpun dan sampai napas penghabisan pun Dokter Margareth SpA nya tidak datang.