Tuesday, August 31, 2010

Ditengah ombak


Lagu ini kupersembahkan buat putriku tercinta Bellicia Winola Sinaga yang sudah menghadap Bapa di surga,


Ditengah ombak

Di tengah ombak dan arus pencobaan
Hampir terhilang tujuan arah hidupku
Bagaikan kapal yang slalu diombang-ambingkan
Mengatasinya seolah-olah tiada mampu

Yesus perhatikan kehidupan setiap orang
Yang susah slalu dihiburkan dengan
Penuh kasih sayang
Yesus perhatikan kehiudan setiap orang
Yang sakit slalu disembuhkan
Dengan penuh kasih sayang


Di tengah ombak dan arus pencobaan
Hampir terhilang tujuan arah hidupku
Bagaikan kapal yang slalu diombang-ambingkan
Mengatasinya seolah-olah tiada mampu

Yesus perhatikan tiap tetesan air mata
Yang sudah rusak dibetulkan
Dengan penuh kasih sayang
Yesus perhatikan tiap tetesan air mata
Dia mengenal hatimu (ku)
Yang penuh penyesalan dosa


I Petrus 1 : 3-4 :


"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa , yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di surga bagi kamu.

Thursday, August 5, 2010

Selamat Jalan Anakku


Selamat Jalan Anakku

Winola anakku
Apa kabarmu sekarang nak..
Papa sangat rindu sayang
Papa berdoa agar dirimu datang dalam mimpi papa

Winola sayang.
Papa selalu teringat semua kecerianmu.
Papa tidak punya mimpi buruk
Secepat itu kau meninggalkan kami

Winolaku
Sampai hayat papa, dirimu ada di hatiku
Engkau adalah malaikat kecilku.

Winolaku
Papa sangat menyesal
Tidak menjagamu sepenuhnya
Tidak memaksamu untuk banyak makan
Tidak memaksamu untuk banyak minum
Ketika engkau sakit, hanya sebentar saja
Papa tidak percaya, papa bingung, papa kalut
Papa tidak berdaya. Akhirnya engkau meninggalkan kami


Winolaku, yang baik hati
Selamat jalan sayang,
Hanya doa yang bisa papa panjatkan setiap harinya
Agar roh dan jiwamu di terima Bapa di surga
Kelak kita bisa jumpa di sana.

Papa ingin memelukmu erat
Papa ingin mengendongmu
Papa ingin menimangmu

Tuhan Maha Pengasih
Tunjukkan belas kasihanmu kepada Putriku
Terima dia di Sisi kananMu

Tuhan Maha baik.
Turunkan roh penghibur di hati kami
Agar duka ini bisa terhibur
Agar kesedihan ini tidak berlarut

Tuhan ku di surga
Pandanglah hambamu yang hina ini
Ajar kami untuk bijaksana
Dalam mendidik anak yang Engkau titip kepada kami
Ajar kami untuk lebih menyanyangi mereka



Winola demam Sabtu sore tanggal 12 Jun 2010
Dibawa ke Dokter Margaret SpA Minggu 13 Jun 2010
Masuk Rumah Sakit Vita Insani Senin 14 Jun 2010
Dengan diagnosa Suspect DBD
Rekam Medis Hari I Trombosit 228.000 Leokisit 4500
Hari ke 2 Trombosit 180.000
Hari ke 3 Trombosit 160.000
Hari ke 4 trombosi 60.000 dan 70.000

Hari ke empat, kejang kejang di pagi hari, di kasih obat penenang stesolid
Tidur panjang tidak bangun bangun sampai sore hari, Dan kembali kejang lebih dari 15 menit di bawa ke ruang ICU dan akhirnya meninggal dunia.

Saya sangat kecewa dengan pelayanan Rumah Sakit Vita Insani Di Siantar, Setiap keluhan kita tidak di tanggapi, sebagai orang awam saat winola di rawat, winola gelisah dan setiap di kasih suntikan winola semakin lemah, saat kita tanya Dr Margareth Gultom SPA tersinggung, dan menjawab “jika kita percaya setetes air pun bisa menjadi obat”.
Semoga Tuhan memberikan pertolongan agar Dokter Margareth lebih care dengan pasiennya.

Semasa hidupnya Winola tidak pernah kejang, Saat kita bawa ke rumah sakit, winola masih segar, karena hari I dan dan hari II keadaannya semakin drop, saat kita minta di rujuk ke RS Medan, Dokter Margaeretnya juga keberatan sepertinya dia mampu tetapi kenyataannya saat anak ku step ketika Dokternya di panggil beliau tidak cepat merespon, Dan saat sekaratpun dan sampai napas penghabisan pun Dokter Margareth SpA nya tidak datang.